Masjid Nabawi kini menjadi salah satu masjid terbesar dan tertua di dunia, Masjid ini memiliki lika-liku sejarah yang menarik. Mulai dari bagaimana perjalanan Rasulullah SAW ke Madinah dan membangun masjid ini di atas tanah yang beliau beli, hingga wafatnya Rasulullah SAW yang kemudian dimakamkan di komplek masjid ini juga. Simak sejarah masjid wakaf pertama Rasulullah SAW berikut!
Perjalanan Rasulullah SAW menuju Kota Madinah
Dalam perjalanannya menuju Kota Madinah setelah sebelumnya mendirikan Masjid Quba, Rasulullah SAW menunggangi unta kesayangannya. Hingga pada suatu titik, unta tersebut berhenti di dekat sebuah bangunan sederhana yang digunakan sebagai tempat penjemuran kurma. Tanah itu ternyata milik dua anak yatim dari Bani Najjar, yaitu Suhail dan Sahl.
Rasulullah memanggil kedua anak itu, dan berniat untuk membeli tanah yang mereka miliki. Namun, kedua anak tersebut menolak memberikan tanahnya dengan nominal harga, baik Suhail dan Sahl justru ingin memberikannya secara cuma-cuma. Perdebatan cukup panjang hingga akhirnya Rasulullah tetap membayar sesuai dengan perhitungan harga tanah di sekitarnya. Proses pembelian tanah ini menjadi cikal bakal berdirinya masjid terbesar di Kota Madinah saat ini.
Pembangunan Masjid Nabawi
Setelah melakukan pembelian, Rasulullah mengajak sahabat-sahabatnya yang ahli dalam bidangnya untuk memulai pembangunan masjid yang awalnya hanya kecil dan sederhana, dengan panjang 70 hasta (35 meter) dan lebar 60 hasta (30 meter). Lantainya yang hanya beralaskan tanah berbatu, atap yang dilindungi pelepah daun kurma, dan juga hanya terdapat 3 pintu. Berbeda dengan bagaimana penampakan masjid Nabawi yang kita ketahui saat ini. Hal ini terjadi akibat adanya pembangunan baru untuk memperluas area masjid atas perintah Rasulullah dalam menampung banyaknya jumlah umat Islam seiring berjalannya waktu..
Perluasan area masjid pertama kali terjadi pada tahun 7 H, dengan menambah masing-masing sisinya 20 hasta. Biaya pembebasan tanah atas perluasan tersebut ditanggung oleh Utsman bin Affan, setelah beliau pulang dari Perang Khaibar. Renovasi perluasan selanjutnya dilakukan oleh sahabat-sahabat penerus Rasulullah setelah beliau meninggal, pada masa Khalifah Umar bin Khattab tahun 17 H dan Khalifah Utsman bin Affan tahun 29 H. Saat zaman pemerintahan Dinasti Umayyah juga melakukan pembangunan, hingga pada zaman pemerintah gubernur Madinah Al-Munawarah, Umar bin Abdul Aziz melakukan pembangunan dengan membuat Mihrab juga, yang kini menjadi salah satu objek perjalanan spiritual umat Islam saat Haji dan Umroh.
Pembangunan ulang secara besar-besaran juga terjadi pada masa kepemimpinan Kerajaan Saudi Arabia dengan memperluas area masjid menjadi 6.024 m² pada tahun 1372 H dan diteruskan oleh Raja Fahd di tahun 1414 H membuat luas bangunan menjadi 100.000 m², ditambah 67.000 m² luas lantai alas masjid dan 135.000 m² luas pelataran masjid. Kini, perluasan area masjid sudah mencapai 400.000 m² hingga dapat menampung sekiranya satu juta jamaah masjid.
Keistimewaan Masjid Nabawi
Pembangunan masjid Nabawi dilakukan atas dasar takwa. Hal ini dinyatakan Rasulullah ketika ditanya oleh Abu Said al-Khudri Radhiyallahu Anhu. Masjid Nabawi dibangun dengan niat tulus Rasulullah semata-mata untuk tempat beribadah kepada Allah SWT. dan tempat berkumpul atau aktivitas umat Islam. Rasulullah tidak hanya menginisiasi pembangunannya, tetapi juga turut ikut serta bersama sahabat-sahabatnya.
Rasulullah pun mengabarkan seluruh umat Islam untuk sebaik-baiknya menunaikan salat di dalam masjid tersebut daripada di masjid lainnya. Setelah peninggalan Rasulullah SAW beliau dimakamkan di komplek masjid Nabawi bersama dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Terdapat taman surga atau biasa disebut sebagai Riyadhul Jannah yang berada di antara rumah Rasulullah dan mimbar beliau, tetapi hanya dapat menampung ratusan jamaah sehingga terasa sangat spesial. Selain berdiri di atas tanah wakaf milik Rasulullah, hal ini juga menambah keindahan dan keistimewaan dari masjid ini sendiri.
Penulis : Naura Mustika
Baca Juga
- BWI dan ITS Perkuat Kolaborasi Wakaf Produktif Melalui Waqf Investor Forum
- Badan Wakaf Indonesia Jaring Potensi Proyek Wakaf Produktif Melalui Call for Projects GLOW 2026
- Badan Wakaf Indonesia Gelar 1st AWARE 2026, Dorong Pengembangan Wakaf Produktif Berbasis Coaching Riset
- The Hagia Sophia Waqf: A Legacy of Islamic Civilisation Preserved Through the Ages
- The Indonesian Waqf Board Distributes Warm Clothes to Palestinian Children for the Winter


