Sejak abad ke-19, Palestina dan Israel telah memiliki konflik yang serius. Perebutan tanah yang diawali dengan kejayaan masa Ottoman, lalu adanya penjajahan oleh Inggris dan pemberian tanah ke rakyat Yahudi, deklarasi Balfour, dan terus berlanjut hingga saat ini. Dari seluruh peristiwa tidak ada satu pun peristiwa atau kebijakan yang menguntungkan bagi rakyat Palestina. Hak atas tanah miliknya selalu dirampas tanpa persetujuan yang sah.
Kedatangan kelompok imigran Yahudi ke tanah Palestina memicu munculnya kemerdekaan negara Israel yang diakui oleh Amerika Serikat di tahun 1948. Para kaum Zionis ini memiliki berbagai macam cara untuk menempati tanah Palestina. Mulai dari melakukan transaksi jual-beli, meneror kaum Yahudi di negara lain untuk tinggal di tanah Palestina, hingga menutup jalur kebutuhan sehari-hari penduduk Palestina agar mereka jatuh miskin dan akhirnya mau menjual tanah mereka.
Korban Konflik Israel-Palestina
Per Agustus 2025, media berita Turki, Anadolu Agency melaporkan jumlah korban tewas Palestina setidaknya mencapai 62.895 jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Hampir seluruh korban merupakan warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik, selain menetap di tanah mereka sendiri, Palestina. Agresivitas masih terus dilayangkan Israel ke daerah-daerah pemukiman penduduk Palestina.
Serangan demi serangan dalam kurun waktu yang singkat menghancurkan banyak bangunan yang tidak hanya terdiri dari pemukiman warga, melainkan juga fasilitas kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur air bersih dan energi. Israel juga melakukan penutupan pada jalur yang berfungsi untuk mendistribusikan pasokan logistik dan bantuan kemanusiaan seperti makanan, obat-obatan, dan air bersih, sehingga terjadi krisis kelaparan yang sangat parah menyebabkan ribuan anak-anak dan perempuan mengalami malnutrisi.
Kelaparan Ekstrem di Palestina
Melalui laporan resmi Integrated Food Security Phase Classification (IPC), telah menyatakan bahwa isu kelaparan ekstrem dan malnutrisi yang terjadi di Gaza merupakan bencana yang disengaja secara keseluruhan buatan manusia. Pada Mei 2025, IPC memprediksi bahwa seluruh penduduk Palestina diperkirakan akan mengalami minimnya ketersediaan pangan yang sangat parah di September 2025.
Setidaknya setengah juta jiwa akan masuk kategori fase 5, yaitu kondisi kelaparan serius, kemelaratan, dan berisiko tinggi terhadap kematian. Mulai April hingga pertengahan Juli, setidaknya ada 20.000 anak yang dilarikan ke pusat kesehatan atau rumah sakit karena mengalami malnutrisi akut akibat krisis pangan ini. Banyak dari mereka sudah memiliki perut yang buncit dan tulang-tulang yang menonjol, menyatakan bahwa kemungkinan gejala dari bencana kelaparan ini sudah lama terjadi, bukan suatu hal yang tiba-tiba.
Sumber:
BBC News Indonesia. (2023). Perang Gaza-Israel: Sejarah konflik berkepanjangan yang berlangsung puluhan tahun. Diambil dari https://www.bbc.com/indonesia/articles/cjr0pz20z7po
United Nations. (2025). In Gaza, mounting evidence of famine and widespread starvation. Diambil dari https://news.un.org/en/story/2025/07/1165517Yılmaz, B. (2025). Gaza death toll nears 62,900 as brutal Israeli war continues unabated. Diambil dari https://www.aa.com.tr/en/middle-east/gaza-death-toll-nears-62-900-as-brutal-israeli-war-continues-unabated/3670576
Penulis : Naura Mustika K
Baca Juga
- BWI dan ITS Perkuat Kolaborasi Wakaf Produktif Melalui Waqf Investor Forum
- Badan Wakaf Indonesia Jaring Potensi Proyek Wakaf Produktif Melalui Call for Projects GLOW 2026
- Badan Wakaf Indonesia Gelar 1st AWARE 2026, Dorong Pengembangan Wakaf Produktif Berbasis Coaching Riset
- The Hagia Sophia Waqf: A Legacy of Islamic Civilisation Preserved Through the Ages
- The Indonesian Waqf Board Distributes Warm Clothes to Palestinian Children for the Winter


