Berkembang dan majunya suatu negara, mempunyai beberapa komponen penting di dalamnya. Masyarakat, fasilitas, dan pemberdayaan menjadi satu kesatuan utuh yang selalu melekat. Salah satu komponen yang mendorong kemajuan tersebut adalah masyarakat, di mana di dalamnya terdapat budaya dan adat istiadat yang mendukung perilaku masyarakat, namun kedua hal itu harus dilestarikan agar tidak lekang oleh zaman atau bahkan berkembang seiring dengan zaman.
Berbicara perkembangan zaman, faktor paling penting adalah ketersediaan angkatan muda untuk turut ikut serta dalam pembangunan. Kemudian evolusi teknologi yang terdapat pada suatu zaman, juga mempengaruhi cara berpikir atau memandang suatu peristiwa.
Kemajuan teknologi informasi yang pesat adalah suatu yang harus digunakan secara baik dan relevan, agar karunia teknologi bukan mengarah kepada hal-hal negatif. Selain itu, penggunaan teknologi banyak didominasi oleh kelompok umur seperti, generasi milenial dan generasi Z. Sebelum lebih jauh, apa sih yang dimaksud dengan kelompok umur?
Menurut para ahli
Menurut Neil Howe dan William Strauss generasi adalah sekumpulan orang yang memiliki kesamaan tahun lahir, lokasi, dan mengalami suatu peristiwa di zaman yang sama. Pembahasan tentang generasi mempunyai pengelompokan umur di dalamnya, seperti generasi Y (milenial) dan generasi Z.
Jika membahas generasi milenial, kelompok umur ini lahir saat internet booming yang fokus pada penggunaan teknologi untuk penggalian informasi atau penggunaanya difokuskan terhadap hal tertentu saja. Sedangkan generasi Z lahir, ketika teknologi mengalami kemajuan dan terbiasanya penggunaan teknologi sejak dini membuat mereka dapat menggunakan teknologi secara multitasking (bisa menggunakan alat dalam satu waktu dalam berbagai kegiatan).
Sebagai umat muslim yang mempunyai nilai luhur yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan dijelaskan oleh para guru, harmonisasi antar sesama makhluk hidup dan lingkungan adalah sebuah hal penting bagi kita umat muslim. Hal ini termasuk dalam bentuk mewujudkan kesejahteraan manusia, khususnya umat Islam.
Salah satu caranya adalah dengan berwakaf, selain bertujuan untuk amal jariyah gerakan wakaf uang yang dijalankan BWI menjadi metode untuk pembangunan keperluan sosial, pendidikan, dan kesehatan. Disamping itu, program wakaf uang yang diinisiasi oleh BWI dirasa perlu adanya keterlibatan anak muda Indonesia dengan mengoptimalisasi teknologi informasi secara tepat, agar wakaf bisa diakses oleh semua kalangan umur maupun profesi.
Nah, ternyata keterikatan antara angkatan muda dan kemajuan teknologi, punya hubungan yang sangat erat. Dominasi angkatan muda dalam menggunakan teknologi untuk mendapatkan informasi, kiranya diperlukan untuk menarik minat. Kemudian praktik edukasi wakaf dapat dikenalkan secara online
Strategi edukatif :
- Pelatihan
- Diskusi
- Konten kreatif.
Bagaimana, sudah terbayang peran pemuda di era digital ini? Memang bagian-bagian yang disebut di atas adalah sebuah bagian penting serta upaya untuk mendorong satu dengan yang lainnya.
Optimalisasi kolaborasi strategi edukatif
1. Memanfaatkan dunia digital untuk champaign wakaf
Tingkat intensitas yang tinggi dalam penggunaan media sosial di tahun 2025 oleh generasi milenial dan generasi Z, jadi suatu perkembangan besar bagi informasi. Mereka saling bertukar informasi dengan cara berkomentar di konten-konten yang menarik perhatian. Untuk sebagai pendahuluan pengenalan tentang wakaf, bisa dimulai dari platform Instagram, Facebook, dan Tiktok. Kenapa dimulai dari platform itu? karena generasi Z dan generasi milenial pengguna yang mendominasi media sosial, hingga bisa menyentuh generasi-generasi selanjutnya seperti gen alpha.
2. Terlibat aktif
Ketika sudah dapat mengoptimalkan media sosial untuk mengedukasi dan memberikan informasi dengan konten yang menarik, praktik secara offline diperlukan agar ide tentang pengaplikasian tidak terjadi secara monoton. Memberi kesempatan membuat kegiatan dengan style mereka adalah sebuah metode yang diperlukan. Bisa dicontohkan dengan membuat pameran di berbagai kampus, acara gebyar, dan membuat perkumpulan dari berbagai komunitas.
3. Relevansi dengan kehidupan sehari-hari
Langkah yang akan menjadi daya tarik agar para generasi muda tertarik dengan kampanye adalah menguraikan wakaf dengan pentingnya bagi kemanusiaan. Kenapa sih harus mencontohkan dengan pendekatan humanis? Karena generasi yang mendominasi media sosial lebih tertarik pada pembahasan kemanusiaan, dengan pertukaran informasi dan luasnya cara pandang yang didapat jadi ciri khas mereka memahami pentingnya wakaf bagi kesejahteraan umat.
Itulah penjelasan dan strategi jitu untuk mengkampanyekan pentingnya kesejahteraan manusia melalui metode wakaf dan peran anak mudah dalam pengelolaan wakaf. Semoga dengan adanya artikel ini, bisa membantu teman-teman mendapat informasi ya.
Penulis : Tobroni
Baca Juga
- BWI dan ITS Perkuat Kolaborasi Wakaf Produktif Melalui Waqf Investor Forum
- Badan Wakaf Indonesia Jaring Potensi Proyek Wakaf Produktif Melalui Call for Projects GLOW 2026
- Badan Wakaf Indonesia Gelar 1st AWARE 2026, Dorong Pengembangan Wakaf Produktif Berbasis Coaching Riset
- The Hagia Sophia Waqf: A Legacy of Islamic Civilisation Preserved Through the Ages
- The Indonesian Waqf Board Distributes Warm Clothes to Palestinian Children for the Winter


